Judul saya isi laman

Kamis, 03 Juni 2010

Sadisme Israel Bukan Akhir.



Bukanlah pembantaian sadis yang dilakukan pasukan Israel terhadap relawan aktivis perdamaian di Laut Mediterania di atas kapal Mavi Marmara adalah yang terakhir selama pemerintahannya masih berkeyakinan bahwa semua apa yang dilakukan akan terlepas dari segala sanksi hukum, seperti dalam semua kejahatan masa lalu.
Semua itu atas petunjuk dan perlindungan negara adidaya Amerika Serikat yang pasti tidak akan mengambil sikap tegas terhadap mereka untuk menghentikan tindakan mereka yang tidak sesuai dan bahkan melecehkan semua perjanjian damai, hukum dan norma-norma internasional.
Sikap lunak beberapa negara-negara bagian paska pembantaian itu akan mendorong pemerintah Israel untuk melakukan kejahatan lebih banyak .. mereka bersikap sekedar melakukan kutukan, penyesalan, kemarahan dan shock, tanpa ada pikiran sedikitpun dari mereka untuk menarik duta besarnya di Tel Aviv atau mengusir Duta Besar Israel dinegaranya, membatalkan kesepakatan persenjataan, ekonomi atau perdagangan.
Pembantaian sadis seperti ini yang dilakukan negara Yahudi itu sudah berulang-ulang bahkan suatu hal biasa, kita ingat pembantaian sadis yang menyerang dua desa di Palestina yaitu Qalqiliyah dan Qubaiyah yang membunuh 70 warga Palestina di Qalqiliyah dan 69 warga Palestina di Qubaiyah, menggusur rata dengan tanah 45 rumah, mesjid dan sekolah-sekolah.
Sekarang tindakan Israel yang sama kembali berulang dan akan diulangi sekalipun mendapat kutukan dan kemarahan masyarakat internasional terutama negara-negara muslim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar