Beriman kepada Allah SWT. artinya seseorang itu mempercayai dan membenarkan bahwasanya Allah SWT. sumber kekuatan yang paling paripurna yang mengatasi setiap kekuatan ruang dan benda, yang menciptakan alam semesta yang diperuntukkan bagi manusia, yang mana kekuatan dan kemampuan ini tidak ada yang menyamai sesuatupun di alam ini, serta mempercayai dan membenarkan semua sifat-sifat Allah SWT yang lain.
Jadi seorang muslim jika sudah terpatri Keimanan dalam jiwanya, maka tidak layak dia menimbang-nimbang sebuah perintah Allah SWT, maka jika Allah menyuruh untuk melakukan suatu perintah maka segera dilakukan, karena kita tidak punya kapasitas untuk mengatakan kenapa diperintahkan begitu? karena kapasitas keilmuan Allah dengan keilmuan manusia jauh berbeda. demikan pula seorang muslim diperintah untuk menjauhi suatu larangan maka dia segera menjauhi tanpa harus mengatakan kenapa ada larangan itu!, dikarenakan pengetahuan Allah tidak sebanding dengan kemampuan pengetahuan kita.
Jadi Iman kepada Allah adalah penyerahan jiwa sepenuhnya kepada Qodrat dan Iradah Allah SWT, serta penyerahan kepada Maha Pengetahuan Allah SWT. Inilah pintu masuk Keimanan seorang muslim kedalam jiwa dan sanubarinya, yang tidak diterima jiwa dan pikiran kecuali seseorang itu telah melakukan perenungan, pemikiran, dan penghayatan kepada alam semesta ini sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Jika demikan, maka seorang hamba akan melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan-Nya dan selanjutnya Iman dalam sanubari menguasai relung-relung jiwa seorang muslim, karena telah menyerahkan sepenuhnya dirinya kepada Sang Pencipta sebagai Penggerak kehidupan dengan Qodrat dan Pengetahuan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar